Sebuah Daftar Bacaan: Struggling Writers

Tiga buku untuk pembaca yang mencari bacaan dengan karakter penulis yang sedang bersusah-payah.


Menulis itu sulit & kamu tidak harus berprofesi sebagai penulis untuk menyadari ini. Setiap orang pasti pernah terbentur ketika berusaha untuk merangkai kata menjadi sesuatu yang mudah dimengerti & menarik perhatian orang lain.


Dari penulis caption, penulis UX, sampai penulis buku, tidak mengherankan kalau cerita-cerita tentang penulis yang sedang melalui masa sulit sudah banyak dituturkan. Tiga buku di bawah ini adalah buku yang karakter utamanya merupakan penulis dalam istilah tradisional (aka: penulis buku yang sudah diterbitkan). Mereka sudah terbiasa bermain dengan kata-kata. Tetap saja, ada masa ketika kemampuan mereka itu seolah lenyap atau tersendat karena satu dan lain hal.


Berikut adalah daftar tiga buku fiksi dengan protagonis yang merupakan struggling writers dari tiga genre berbeda:

The Guernsey Literary & Potato Peel Pie Society 


Perang Dunia 2 baru berakhir ketika Juliet Ashton dilanda writer’s block. Sebuah kiriman surat tidak terduga dari Guernsey membuat Juliet mengunjungi daerah yang masih berusaha bangkit pasca ditempati tentara Jerman ini. The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society adalah kisah heartwarming tentang bagaimana buku serta seni menyatukan orang dari berbagai latar belakang dan membantu mereka melalui masa-masa sulit.


Historical fiction ini cocok untuk pembaca yang mencari buku dengan cerita hangat & wholesome serta memiliki format unik (epistolary). Gaya penulisan Annie Barrows & Mary Ann Shaffer yang mengalir juga membuat buku 256 halaman ini menjadi bacaan yang menyenangkan dan cepat. Suka membaca book-about-books? Novel ini sepertinya adalah novel untukmu. 


Ulasan lengkap The Guernsey Literary and Potato Peel Pie Society juga bisa dibaca dalam kiriman dari bulan Maret 2019 ini.      

Less


Arthur Less menghabiskan masa muda di bawah bayangan seorang partner lebih tua yang merupakan penyair sukses. Tahun-tahun selanjutnya Arthur lalui dengan menjadi penulis biasa-biasa saja bersama seorang partner lebih muda yang akhirnya memutuskan untuk menikahi orang lain. Berniat melarikan diri dari kenyataan, Arthur akhirnya menerima tawaran pekerjaan di berbagai tempat di dunia sembari bergulat dengan buku terbaru yang tidak kunjung selesai dia tulis. Dalam Less, kita akan mengikuti perjalanan panjang Arthur sampai dia siap untuk pulang kembali. 


Alih-alih menjadi novel suram tentang pencarian diri, Less adalah novel tentang bagaimana humor selalu bisa kita ditemukan bahkan di momen ketika kita merasa benar-benar di bawah. Literary fiction ini cocok untuk pembaca yang bosan membaca buku sejenis yang terlalu serius sampai menjurus ke pretensius & mengharapkan humor dalam bacaan mereka.    


Ulasan lengkap novel karya Andrew Sean Greer ini juga bisa dibaca dalam kiriman dari bulan Juni 2020 ini

Beach Read


Hidup January Andrews mendadak berantakan. Fakta tidak terduga tentang ayahnya yang sudah meninggal membuat January mendadak kehilangan inspirasi untuk menulis kisah-kisah romantis bahagia. Ketika bertemu dengan sesama struggling writers yang menjadi tetangga barunya, Augustus Everett, dua orang ini akhirnya setuju untuk melakukan sesuatu di luar comfort-zone mereka. January akan mencoba menulis literary fiction serius & Augustus akan berusaha menulis sebuah cerita yang berakhir bahagia. Romance then ensues.


Novel romance karya Emily Henry ini memang bukan buku untuk semua orang. Romansa dua karakter utamanya berkembang cukup lambat & cerita mereka pun mengeksplorasi tema yang cukup gelap & serius. Karakter January/Augustus bisa jadi agak menyebalkan juga di mata beberapa orang. Tapi, kalau kamu mencari romance dengan ending realistis dan tidak malu-malu menyinggung topik berat, buku ini boleh jadi adalah buku untukmu.


Beach Read bukanlah novel romance untuk pembaca yang mencari bacaan romantis light-heart dan wholesome.      


Punya rekomendasi buku lain dengan karakter struggling writers juga?

Let me know in the comment 😄


>>>


Farah melacak bacaannya di situs buku alternatif  The Storygraph
Ingin tanya-tanya & tetap anonim? Kirim saja pertanyaanmu lewat Curious Cat


Share:

9 komentar :

  1. Kak Farah, aku sempat ingin membaca Beach Read karena melihat sampulnya menarik, untung belum beli karena ternyata ini novel dengan pace lambat ya 😂 aku udah ada beberapa novel dengan pace lambat dan belum berniat untuk menambah koleksi, jadi aku merasa beruntung membaca tulisan ini 🤣. Bacaan Kak Farah sungguh beragam. Kakak kalau beli buku berdasarkan rekomendasi orang lain atau feeling aja karena suka covernya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Lia. Walaupun novel Beach Read bisa dibaca cepat, tapi romance dua protagonisnya lama banget baru bersemi.

      Dalam memilih buku aku memang sangat bergantung pada mood/feeling, Lia 😁 Makanya ada tahun ketika bacaanku 30% kumcer semua, tapi tahun selanjutnya aku nggak mood baca kumcer lagi. Seperti yang kamu bilang aku juga kadang tergoda cover cantik hehe.

      Belakangan aku lebih sering membeli buku yang sinopsisnya menarik karena makin ke sini aku makin tahu tipe buku yang aku suka itu seperti apa dari berbagai genre. Kadang ada buku dari genre tidak familiar yang membuat penasaran, akhirnya aku coba-coba saja.

      Salah satu hal yang membantuku membaca lebih beragam itu ikutan tantangan baca (reading challenge), Lia 😄 Kalau Lia tertarik bisa coba tantangan baca tahunan PopSugar misalnya. Internet juga sangat membantu sih ketika memcari bacaan baru.

      Lia sendiri dalam memilih bacaan selanjutnya bagaimana? Apa berpedoman pada rekomendasi dari tempat tertentu?

      Hapus
    2. Kak Farah, aku kurang lebih juga sama dengan Kakak. Kadang terpengaruh oleh mood dan racun orang lain atau cover yang cantik 🤣. Tapi, kalau aku nemu buku dengan cover yang cantik, biasanya aku akan cari dulu review dan ratingnya agar nggak zonk 😂 karena udah beberapa kali aku kena zonk, lihat cover cantik, lalu aku beli dan isinya ternyata nggak sesuai harapan 🤣

      Nanti aku cari tahu perihal PopSugar Challenge ah~ kedengarannya menarik untuk diintip-intip hihihi. Thank you, Kak Farah 🤗

      Hapus
  2. Mba Faraah, aku masih berharap Less bisa diterjemahkan sih, aku penasaran sama buku ini karena baca ulasannya mba Farah juga 😁
    Buku pertama juga menarik, mengikuti latar belakang sejarah peperangan, dan baru dengar dengan istilah epistolary, setelah aku cari teknis menulis ini seperti surat harian yang ditulis seseorang ya mba, menarik.

    Terima kasih yaa untuk saran buku-bukunya, aku cukup banyak mendapat referensi buku dari mba Farah. Sepertinya akan sering mengikuti bacaan dari mba Farah walau lebih banyak buku terjemahan, siapa tau aku jadi terdorong untuk baca buku dalam bahasa inggris 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun inginnya begitu Reka, tapi sepertinya menerjemahkan Less ke bahasa Indonesia lumayan sulit. Belum lagi tidak terlalu banyak yang berminat dengan buku ini :")

      Kalau mau coba sesuatu yang beda, aku sangat merekomendasikan buku dengan format epistolary. Buku-buku semacam ini rata-rata bisa dibaca cepat. Selain itu asyik aja melihat cerita berkembang lewat medium surat, diari, atau dokumen lain. Kita pun mengenal tabiat para tokoh lewat gaya mereka menulis kan 😁

      Selalu senang ketika membaca kalau buku yang aku tulis di blog ini sampai di radar pembaca yang cocok 😀 Aku pun tahun ini ingin lebih rajin membaca buku dalam negeri, Reka. Dua tahun belakangan bacaanku didominasi buku bahasa Inggris. Kangen juga baca buku dalam negeri hoho

      Semoga Reka tidak bosan mampir ya ^^

      Hapus
  3. Rekomendasi nya sangat mantul kak

    BalasHapus
  4. Sama kayak Lia aku penasaran pengen baca Beach Read karena pernah direkomendasiin oleh booktuber yang aku tonton. Tapi ini ternyata cukup lambat ya perkembangan kisahnya dan katanya agak berat. Wah biasanya aku kalo baca romance justru karena ingin kabur dari bacaan yang berat 😆

    Setelah aku pikir-pikir kayaknya selama ini belom pernah deh baca buku yang tokoh utamanya seorang penulis buku 🤔 Padahal aku sempet pengen jadi penulis tapi malah belom pernah baca tentang penulis 🤦‍♀️ Btw, thanks untuk rekomendasinya Far!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Tika! Beach Read ini memang menipu ya. Aku pun awalnya mengira karena cover cerah buku ini akan menjadi sesuatu yang ringan untuk dibaca. Ternyata tone bukunya malah serius...

      Hapus

Halo! Tidak perlu segan atau ragu kalau ingin meninggalkan komentar ya. Aku tidak pernah bosan mencari rekomendasi buku baru dan teman diskusi. Aktifkan notify me/beritahu saya supaya kamu tahu ketika komentarmu dibalas. Aku selalu senang ketika kita bercakap-cakap tentang buku dan kegiatan baca-membaca 😄

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes