[10/12/20] Tentang From Here to Eternity Karya Caitlin Doughty

Foto buku paperback From Here to Eternity karya Caitlin Doughty.

“All that surrounds us comes from death, every part of every city, and every part of every person.”

Informasi Buku

Judul: From Here to Eternity: Traveling The World to Find the Good Death
Penulis: Caitlin Doughty
Penerbit: Weidenfeld & Nicolson (W&N)
Illustrator: Landis Blair
ISBN: 9781474606530
Tahun publikasi: 2019 (pertama kali dipublikasikan tahun 2017)
Jumlah halaman: 272 halaman
Buku: paperback milik pribadi
Bahasa: Inggris
Kategori Umur: Adult
Trigger Warning: Death (animal death / child death), Grief
Baca detail buku ini di The Storygraph

Blurb Buku

The best-selling author of Smoke Gets in Your Eyes expands our sense of what it means to treat the dead with “dignity.”

Fascinated by our pervasive terror of dead bodies, mortician Caitlin Doughty set out to discover how other cultures care for their dead. In rural Indonesia, she observes a man clean and dress his grandfather’s mummified body. Grandpa’s mummy has lived in the family home for two years, where the family has maintained a warm and respectful relationship. She meets Bolivian natitas (cigarette-smoking, wish-granting human skulls), and introduces us to a Japanese kotsuage, in which relatives use chopsticks to pluck their loved-ones’ bones from cremation ashes.

With curiosity and morbid humor, Doughty encounters vividly decomposed bodies and participates in compelling, powerful death practices almost entirely unknown in America. Featuring Gorey-esque illustrations by artist Landis Blair, From Here to Eternity introduces death-care innovators researching green burial and body composting, explores new spaces for mourning—including a glowing-Buddha columbarium in Japan and America’s only open-air pyre—and reveals unexpected new possibilities for our own death rituals.

Pilihan Akses Buku

Aku membeli edisi paperback From Here to Eternity di Big Bad Wolf (BBW) Tokopedia. Buku ini juga ada di katalog Toko Buku Online Periplus & Opentrolley Indonesia. Buku elektronik sendiri bisa ditemukan di Google Play Book. Aku mendengar edisi audiobook From Here to Eternity di Scribd.

Scribd Tips 1: Kalau ingin mencoba Scribd, kamu bisa sign up melalui link referral ini. Kamu bisa free trial Scribd selama 60 hari. Aku sendiri mendapat jatah langganan selama 30 hari. Simbiosis mutualisme, am I right? 
Scribd Tips 2: Kamu juga bisa patungan langganan dengan 4 orang lain (satu akun Scribd bisa dibuka di lima gawai berbeda). Kalau aktif di Twitter, mampir saja ke Literary Base. Sesama pembaca rutin mencari teman patungan di sana.

Menurut Farah Tentang Buku Ini

Hal Yang Dibahas

Dalam From Here to Eternity, Caitlin Doughty mengeksplorasi berbagai ritual yang dilakukan masyarakat dari delapan tempat berbeda untuk menanggapi kematian anggota komunitas mereka. Beberapa kelompok memilih kremasi. Kelompok lain rutin berinteraksi dengan mereka yang sudah berpulang dengan cara yang boleh jadi tidak terbayangkan oleh masyarakat Barat (baca Amerika Serikat, selanjutnya disebut AS).

Dalam buku 272 halaman ini, Doughty mengkritik bagaimana komersialisasi industri pemakaman di AS selama beberapa dekade terakhir berimbas negatif pada persepsi masyarakat AS tentang kematian. Komersialisasi ini secara tidak langsung membangun “dinding” antara yang berpulang dan yang ditinggalkan. “Dinding” ini terbentuk seiring dengan kecenderungan penyelenggaraan jenazah di AS yang dilakukan sepenuhnya oleh staf funeral home tanpa melibatkan keluarga jenazah. Keluarga sering kali tidak memiliki ruang atau kesempatan untuk terlibat langsung dalam ritual kematian orang terdekatnya.

Doughty percaya bahwa partisipasi langsung keluarga jenazah dalam ritual kematian adalah langkah krusial dalam proses berduka yang mereka lalui. Iklim industri pemakaman saat ini sayangnya tidak mendukung keterlibatan seperti ini. Jarak yang terbentuk antara jenazah dan keluarga yang ditinggalkan inilah yang membentuk “dinding” tadi.

Alih-alih menerima kematian sebagai realita kehidupan, “dinding” ini membuat sebagian besar orang menolak untuk bahkan membicarakannya. Bagaimana kita bisa berduka sepenuhnya agar bisa pulih di kemudian hari, kalau kita masih menolak untuk hidup berdampingan dengan kenyataan ini?

Melalui eksplorasinya ke berbagai komunitas yang hidup bersisian dengan kematian, Doughty berharap akan ada lebih banyak orang AS yang terbuka untuk membicarakan kenyataan hidup ini. Dia juga berharap agar orang-orang lebih terbuka dan tidak langsung menghakimi ketika berhadapan dengan ritual kematian yang berbeda dari tradisi mereka sendiri.

Hal Yang Disukai

Jauh sebelum menyebarkan pesan tentang death-positivity melalui buku nonfiksi, Caitlin Doughty sudah melakukan ini dalam berbagai video di kanal Youtube-nya; Ask A Mortician. Keluwesan & humor Doughty dalam video-video ini ikut terbawa ke dalam gaya penulisan di From Here to Eternity. Tidak peduli dalam bentuk video atau tulisan, Doughty selalu mengedukasi audiensnya tentang kematian/industri pemakaman secara terbuka tanpa kehilangan gaya humor penuh hormatnya. Doughty mampu mengemas beragam topik & pertanyaan sulit yang muncul tentang kematian menjadi narasi informatif yang tetap menarik & membuat tenang ketika kita coba resapi.

Dari delapan tempat yang Doughty tulis dalam buku ini, tiga tulisan tentang tiga tempat begitu memorable bagiku;
  • Indonesia: South Sulawesi
Tulisan Doughty tentang Tana Toraja benar-benar menunjukkan kelihaiannya dalam membuat tulisan kaya humor tanpa mengesamping rasa hormat. Peak humor yang aku bicarakan: ketika turis lokal dari Jakarta secara random mengajak Doughty untuk selfie. Mengutip langsung dari buku:
“Strange as this felt in the moment, I could see why the discovery of a six-foot-tall white girl in a pol-ka-dot dress in the corner of a cave filled with skulls would be an Instagrammable moment. They took several pictures with me in different poses before moving on.”
Aku mengapresiasi pendekatan Doughty yang tidak menghakimi dan terbuka dalam tulisannya.

  • Mexico: Michoacan
Ini boleh jadi merupakan tulisan paling heartbreaking dalam buku ini. Doughty menulis tentang Dia de Muertos & bagaimana hari libur ini sangat berarti untuk seorang teman yang tengah berduka. Aku suka bagaimana bagian ini menggarisbawahi pentingnya menghadapi kematian secara terbuka ketika sedang berduka agar kita bisa melanjutkan hidup di kemudian hari.

  • California: Joshua Tree
Aku mengenal tradisi sky burial dan Tower of Silence untuk pertama kalinya dalam tulisan penutup buku ini. Aku rasa aku tidak akan melupakan apa yang sudah aku baca ini dalam waktu dekat. Sedikit banyaknya aku bisa mengerti kenapa Doughty merasa tradisi sky burial akan memberi ketenangan untuknya secara pribadi setelah kematian. Diskusi tentang bagaimana tradisi ini mulai ditinggalkan karena berbagai faktor juga sungguh menarik untuk dibaca.

Hal Yang Tidak Terlalu Disukai

Secara keseluruhan aku tidak memiliki kritik untuk From Here to Eternity sebagai sebuah buku. Tapi, aku memiliki kritik untuk edisi audiobook buku ini.

Ketika mendengar audiobook & membaca edisi paperback secara bersamaan, aku mengamati ada beberapa bagian yang tidak dibacakan dalam edisi audiobook. Bagian yang tidak dibacakan biasanya adalah detail statistik (contoh: paragraf dua dari bawah di halaman 29 edisi paperback). Meskipun tidak banyak, aku harap edisi audiobook bisa diperbaharui sehingga bagian yang hilang bisa ditambahkan karena detail yang ditinggalkan sangat menarik untuk diketahui.

Aku juga lebih menyukai edisi paperback karena kita bisa mengapresiasi beragam ilustrasi ciamik yang melengkapi From Here to Eternity di sepanjang buku:
Minus lain untuk edisi audiobook adalah fakta bahwa author acknowledgement dan daftar pustaka tidak tersedia untuk dibaca. Aku harap provider audiobook juga menawarkan dua hal ini dalam produknya di masa depan.

Aku Akan Merekomendasikan Buku Ini Untuk...

Seseorang yang mencari bacaan non fiksi unik, bisa dibaca cepat/sekali duduk, dan disampaikan dalam bahasa Inggris mudah dimengerti. Kalau kamu adalah tipe orang dengan selera humor morbid, buku-buku & video Caitlin Doughty sepertinya dibuat untukmu.

Aku mengenal Ask A Mortician sendiri lewat video tentang Lake Superior ini:


Aku sudah menjadi subscriber setia Doughty sejak saat itu.

Rating

5/5 

Tontonan Lanjutan


Farah melacak bacaannya di The Storygraph.
Share:

4 komentar :

  1. Kayaknya menarik ya. Penasaran mengenai Tana Toraja. Apa yang dibahas sama dia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dia membahas death ritual yang khas dari Tana Toraja, Kak Ipeh. Dalam tulisannya juga digarisbawahi bagaimana masyarakat di sana hidup berdampingan dengan kematian tanpa takut. Farah belum terlalu aware tentang betapa beragamnya death ritual di berbagai budaya. Jadi, baca buku ini menyenangkan karena ada penjelasan tentang berbagai death ritual dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti :)

      Hapus
  2. Bagus nih harus di baca biar gak penasaran hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mayuf! Buku ini cocok untuk pembaca yang ingin baca buku nonfiksi ringan.

      Hapus

Halo! Tidak perlu segan atau ragu kalau ingin meninggalkan komentar ya. Aku tidak pernah bosan mencari rekomendasi buku baru dan teman diskusi. Aktifkan notify me/beritahu saya supaya kamu tahu ketika komentarmu dibalas. Aku selalu senang ketika kita bercakap-cakap tentang buku dan kegiatan baca-membaca πŸ˜„

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes