Tentang Ubur-Ubur Lembur Karya Raditya Dika

https://www.instagram.com/p/BffkYrghC6c/?taken-by=farbooksventure
‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplay jadi kacang Sukro, nih.’
Informasi Buku
Judul: Ubur-Ubur Lembur
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: GagasMedia
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9789797809157
Tahun publikasi: 2018 (Februari)
Jumlah halaman: 240 halaman
Buku: milik pribadi 
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb
Hal kedua yang gue nggak sempat kasih tahu Iman: jadi orang yang dikenal publik harus tahan dengan asumsi-asumsi orang. Misalnya, orang-orang penuh dengan asumsi yang salah. Gue kurusan dikit, dikomentarin orang yang baru ketemu, ‘Bang Radit, kurusan, deh. Buat film baru, ya?’ Gue geleng, ‘Enggak.’ Gue bilang, ‘Emang lagi diet aja.’ Dia malah balas bilang, ‘Ah, bohong! Paling abis putus cinta, kan?’

Giliran gue potong rambut botak, ada orang yang ketemu gue di mall nanya, ‘Wah botak sekarang? Lagi shooting Tuyul dan Mbak Yul Reborn, ya, Bang?’ Kalau udah gitu gue cuma terkekeh sambil jawab, ‘Enggak, lagi cosplay jadi kacang Sukro, nih.’

*****

Ubur-ubur Lembur adalah buku komedi Raditya Dika. Bercerita tentang pengalamannya belajar hidup dari apa yang dia cintai, sambil menemukan hal remeh untuk ditertawakan di sepanjang perjalanan.

Seluruh bab di dalamnya diangkat dari kisah nyata.

Menurut Farah Tentang Buku Ini
Para penikmat bacaan komedi Indonesia pasti sudah tidak asing lagi dengan Raditya Dika. Sejak kesuksesannya lewat perilisan novel Kambing Jantan (astaga buku ini rilis tahun 2005 bukan?), Raditya Dika memang sudah malang-melintang di ranah komedi Indonesia bahkan sampai ke bidang per-film-an. Kalau aku ingat-ingat lagi, kali pertama aku membaca novel Raditya Dika adalah sekitar masa SMP. Tanpa terasa waktu pun sudah berjalan dan aku sudah duduk di tahun akhir perguruan tinggi sekarang, novel ke-8 Raditya Dika yang bertajuk Ubur-Ubur Lembur pun juga sudah resmi dirilis tanggal 01 Februari 2018 kemarin.
 
Karena sudah lumayan jenuh membaca buku berbahasa Inggris terus-terusan sejak awal tahun aku memutuskan untuk menginjakkan kaki ke Gramedia lagi beberapa hari yang lalu. Aku bermaksud untuk mencari bacaan komedi ringan berbahasa Indonesia setelah sekian lama tidak bertandang ke toko buku ini karena khilaf belanja buku terus di peri**us.com. Meskipun timbunan bukuku masih lumayan banyak, jadilah aku membawa pulang buku terbaru Raditya Dika ini dan buku Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Pada akhirnya aku berhasil menyelesaikan buku Ubur-Ubur Lembur dalam kurun waktu sehari.

Sama seperti buku-buku Raditya Dika sebelumnya, Ubur-Ubur Lembur merupakan kumpulan cerita yang berdasarkan pada pengalaman kehidupan seorang Raditya Dika yang sering kali absurd dan lumayan konyol. Buku ini memang pelepas tawa yang lumayan ampuh menurutku meskipun di beberapa bagian cerita kita akan menemukan pesan yang berbau agak sentimental. Aku tidak tahu kenapa tapi buku terasa “lebih serius” daripada buku Radit yang sebelumnya. Mungkin karena beberapa topik (seperti tentang tumbuh tua dan topik tentang menjadi seorang artis) yang disinggung dalam buku ini, kisah-kisah dalam Ubur-Ubur Lembur terkesan lebih serius.

Buku 240 halaman ini tersusun dari 14 cerita dan diawali dengan prakata dari Sang Penulis. Mulai dari cerita yang berbau agak galau (karena membahas topik percintaan) dalam; Dua Orang Yang Berubah dan Pada Sebuah Kebun Binatang, kisah konyol yang (masih) berkaitan dengan percintaan aka mantan di Mata Ketemu Mata, kisah tentang pertemanan dalam Raja di Sekolah dan Di Bawah Mendung Yang Sama, kisah-kisah tentang bagaimana menjadi seorang artis dalam Balada Minta Foto, Percakapan Dengan Seorang Artis, dan Percakapan Dengan Seorang Anak Yang Ingin Jadi Artis, kisah sentimental seperti dalam Rumah Yang Terlewat, Penyesalan Itu Nikmat, dan Ubur-Ubur Lembur, kisah kekinian dalam Curhatan Soal Instagram Zaman Now, hingga bahkan kisah yang membuat bulu remang berdiri dalam Tempat Shooting Horror. Buku ini adalah paket lengkap. Silakan pilih sesuai selera masing-masing.

Cerita-cerita favoritku dalam buku kedelapan karya Raditya Dika ini di antaranya adalah Pada Sebuah Kebun Binatang, Percakapan Dengan Seorang Artis, Ubur-Ubur Lembur, dan Penyesalan Itu Nikmat.

Mencari buku ringan dan menghibur tapi tetap memiliki pesan yang relatable tentang kehidupan secara umum? Buku ini bisa menjadi salah satu pilihan bacaan untukmu.

Rating
4,2/5 

Terhibur/terbantu dengan tulisan ini? Dukung Farah melalui Karyakarsa

Farah melacak bacaannya di situs buku alternatif  The Storygraph | @farbooksventure

Ingin tanya-tanya & tetap anonim? Kirim saja pertanyaanmu lewat Curious Cat

Share:

Posting Komentar

Halo! Tidak perlu segan atau ragu kalau ingin meninggalkan komentar ya. Aku tidak pernah bosan mencari rekomendasi buku baru dan teman diskusi. Aktifkan notify me/beritahu saya supaya kamu tahu ketika komentarmu dibalas. Aku selalu senang ketika kita bercakap-cakap tentang buku dan kegiatan baca-membaca 😄

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes