[15/09/17] Tentang Me and Earl and the Dying Girl Karya Jesse Andrews


Informasi Buku
Judul: Me, Earl and the Dying Girl
Penulis: Jesse Andrews
Penerjemah: Reni Indardini 
Penerbit: POP (imprint KPG)
ISBN: 9786024241933
Tahun publikasi: 2016 (pertama kali dipublikasikan tahun 2012 dalam bahasa Inggris)
Jumlah halaman: 334 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb

AKU Greg Gaines. Umurku tujuh belas tahun. Akulah penulis buku ini. Penampilan fisikku mengecewakan dan ada kemungkinan otakku jamuran. Aku bahkan tidak yakin aku ini manusia atau bukan.
EARL Jackson adalah satu-satunya orang yang bisa dibilang temanku. Kami membuat film murahan bersama setelah terinspirasi oleh Werner Herzog. Pada dasarnya, Earl adalah sesosok makhluk pemarah. SI CEWEK SEKARAT itu bernama Rachel Kushner. Baru-baru ini, ibuku memaksaku untuk mengajak Rachel berteman karena dia terkena kanker. Inilah awal mula kehancuran hidupku.

Menurut Farah Tentang Buku Ini
Memang benar perkataan orang bahwa pada satu masa, kita akan mengalami satu hal untuk kali pertama. Aku sendiri untuk kali pertamanya dalam sejarah lebih menyukai versi film adaptasi dari buku ini dibandingkan dengan bukunya sendiri. Ya. Hal inilah yang terjadi dalam kasus Me, Earl, and the Dying Girl.

Aku pada awalnya membeli buku ini tanpa sengaja. Setelah melihat tumpukan buku sastra "berat" dan membutuhkan waktu lama untuk dibaca di dalam  rak bukuku, aku akhirnya memutuskan untuk membeli buku young adult ringan dan sepertinya akan lebih cepat aku selesaikan membacanya. Pilihanku akhirnya jatuh pada buku ini.

Me, Earl and the Dying Girl menggarap tema cerita yang sudah bisa dibilang umum diangkat dalam novel young adult akhir-akhir ini. Novel ini berkisah tentang bagaimana berubahnya kehidupan seorang Greg Gaines setelah mengenal Rachel Kushner. Teman masa lalunya yang sekarang ternyata divonis menderita kanker darah (leukimia). Tapi, Me, Earl, and the Dying Girl bisa dibilang berbeda sekali kalau dibandingkan dengan novel-novel yang bertema sama. 

Alih-alih menggarap tema novel yang bisa dibilang cukup klise ini ke arah kisah penuh dengan romansa, Jesse Andrews memaparkan kisah yang lebih realistis lewat cerita pertemanan yang terjalin antara Greg dan Rachel. Ini adalah poin plus yang membuat aku terpikat dengan novel ini. 


Dalam Me, Earl, and the Dying Girl, Greg, tokoh utama sekaligus narator cerita ini dengan blak-blakan mengungkapkan bagaimana "terpaksa"-nya ia sebenarnya ketika mencoba berteman dengan Rachel. Pertemanan yang berawal dengan keterpaksaan ini akhirnya terus terjalin dan tanpa Greg sadari, ia ternyata mempelajari satu dan dua hal tentang hidup dan kematian lewat pertemanan mendadak dan singkatnya dengan Rachel.


Lewat cerita Greg dan Rachel kita akan menyadari bahwa cepat atau lambat kematian pasti akan menghampiri dan tanpa kita sadari terkadang kita belum siap untuk menghadapinya. Tidak ada yang bisa kita lakukan ketika berjumpa dengan kematian selain menerimanya. Potret realistis seperti ini adalah bagian favoritku dari buku ini. Namun, aku tidak terlalu menyukai cara penyampaian cerita ala Greg. Di beberapa bagian penyampaiannya memang cukup kocak akan tetapi, di beberapa bagian lain aku merasa penyampaiannya begitu blak-blakan dan agak "terpaksa". 


Aku sangat terpikat dengan adaptasi film dari novel ini karena sinematografi film-nya yang indah dan cocok dengan tone kisah novelnya. Beberapa joke di dalam film ini (yang berasal dari buku tentu saja) juga lucu dan mengena. Kalau kau belum menyaksikan film ini, menurutku kau harus menyaksikannya sekarang juga.






Me, Earl, and the Dying Girl adalah bacaan yang tepat untuk para pembaca yang ingin menikmati novel dengan tema tentang persahabatan yang dipisahkan oleh maut tanpa dibubuhi oleh bumbu romantis berlebihan. Akan tetapi, untuk pengalaman yang lebih komplit aku merekomendasikan membaca buku ini dan menyaksikan adaptasi film-nya. It's totally worth your time seriously.

Rating
3,5/5

Share:

Posting Komentar

Halo! Tidak perlu segan atau ragu kalau ingin meninggalkan komentar ya. Aku tidak pernah bosan mencari rekomendasi buku baru dan teman diskusi. Aktifkan notify me/beritahu saya supaya kamu tahu ketika komentarmu dibalas. Aku selalu senang ketika kita bercakap-cakap tentang buku dan kegiatan baca-membaca 😄

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes