[04/06/17] Tentang Vegetarian Karya Han Kang

"Di dalam mimpi... itu seolah segalanya. Tapi, kamu tahu ternyata itu bukan segalanya setelah terbangun,kan? Karenanya, jika kita terbangun satu saat .. saat itu ..."
Informasi Buku
Judul: Vegetarian
Penulis: Han Kang
Penerjemah: Dwita Rizkia 
Penerbit: Baca  
ISBN: 9786026486073
Tahun publikasi: 2017 (pertama kali dipublikasikan tahun 2007 dalam bahasa Korea)
Cetakan: pertama (Februari 2017)
Jumlah halaman: 222 halaman
Buku: milik pribadi
Temukan buku ini di Goodreads

Blurb
Novel laris ini mengisahkan jalinan cerita yang kuat, mencekam, sekaligus indah meski menyiratkan kepedihan.Kim Yeong Hye, seorang perempuan biasa, berubah perilakunya setelah menjadi vegetarian gara-gara diganggu mimpi buruk berkepanjangan. Obsesi menjadi vegetarian ini membuat hubungannya dengan sang suami bermasalah. Namun, obsesi itu berkembang makin ganjil hingga membuahkan beragam kisah mencekam dalam buku ini dan berujung pada peristiwa-peristiwa tak terduga.Lewat novel ini Han Kang menampilkan dirinya sebagai salah satu pengarang terdepan Asia, bahkan dunia, saat ini. Buku ini memang amat layak meraih Man Booker International Prize, penghargaan internasional bergengsi.
Menurut Farah Tentang Buku Ini
Sungguh aku tidak menyangka novel dengan judul "vegetarian" bisa segila ini. Agak kaget juga sebenarnya ketika menyadari bahwa novel ini bisa dikategorikan sebagai novel yang bernuansa gelap karena alur ceritanya yang makin lama makin mencekam. Aku pertama kali mendengar tentang novel ini dari seorang kenalan. Dia berkata bahwa novel Vegetarian memberikan nuansa Kafkaesque yang cukup kuat. Meskipun belum membaca satu pun karya Kafka, sedikit banyaknya aku sudah sering membaca dan mendengar tentang Beliau. Aku diam-diam mulai penasaran dengan buku Vegetarian ini.

Tidak disangka-sangka, ternyata aku menemukan terjemahan bahasa Indonesia novel ini ketika berjalan-jalan di toko buku beberapa hari yang lalu. Meskipun sebenarnya sedang membaca beberapa buku lain, aku iseng membaca buku ini sebagai bacaan pengantar tidur. Pada akhirnya aku malah kebablasan dan begadang menyelesaikan novelnya. Alur cerita dalam Vegetarian yang makin lama makin twisted dan mengherankan membuatku tidak bisa menunda baca novel ini. Terjemahan dari novel ini juga terasa mengalir dengan alami, aku semakin betah menyelesaikan novelnya.

Novel ini secara garis besar mengisahkan tentang bagaimana keputusan mendadak dan tidak terduga dari Young Hye, seorang wanita merangkap istri yang biasa-biasa saja, untuk menjadi vegetarian, malah membuat kehidupannya dan orang-orang di sekitarnya jungkir balik. Memangnya apa yang salah dengan menjadi vegetarian? Well, tidak ada yang salah sebenarnya. Namun, dalam kasus Young Hye, keputusannya menjadi vegetarian akhirnya menjelma menjadi kisah mencekam karena tindakan ekstrem yang Young Hye lakukan setelah keputusan tiba-tibanya ini.

Novel 222 halaman ini dituturkan lewat sudut pandang orang ketiga dan dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama dituturkan oleh suami Young Hye, bagian kedua dituturkan oleh suami dari kakak Young Hye, In Hye, dan bagian ketiga dituturkan oleh In Hye sendiri. Di sepanjang kisah dalam novelnya kita memang hanya mengenal sang tokoh utama, Young Hye, lewat sudut pandang orang-orang di sekitarnya. Kita tidak mendapat kesempatan untuk menyelami langsung apa yang dipikirkan Young Hye dan apa alasan sebenarnya wanita ini mendadak menjadi vegetarian.

Dalam bagian tertentu di novel ini memang diselipkan beberapa paragraf yang seolah-olah merupakan narasi dari "mimpi" yang dialami Young Hye. Mimpi buruk itu melibatkan daging dan darah yang sangat banyak dan sepertinya menjadi salah satu alasan kenapa Young Hye menjadi vegetarian. Tidak hanya itu saja, dalam bagian tertentu di novel Vegetarian juga terdapat paragraf-paragraf singkat berisi cerita nostalgia Young Hye ke masa lalunya ketika dia masih seorang gadis kecil. Young Hye sendiri merupakan anak kedua dalam keluarga yang dikepalai oleh seorang ayah veteran Perang Vietnam. Menjelang akhir dari cerita di novel ini, kita baru akan menyadari bahwa paragraf-paragraf singkat ini (sebenarnya) menyimpan pesan tersirat yang sepertinya ingin disampaikan penulis. Apakah pesan tersirat itu? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh kita sendiri setelah membaca novelnya. Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada interpretasi dari masing-masing pembacanya.

Karena membaca novel ini di tengah malam buta, jujur saja aku sempat pusing dan bingung dengan ending ceritanya yang memang sangat kabur. Setelah membaca review dari beberapa orang, aku sangat menyukai review dari Eka Kurniawan dan Bernard Batubara. Menurutku review dari kedua orang ini menggambarkan novel Vegetarian dengan lebih baik. Untuk orang-orang yang sudah membaca novel ini dan bingung dengan cerita novelnya, tidak ada salahnya juga untuk membaca ulasan ini (spoiler alert). Aku sangat menyukai interpretasi dari penulis artikelnya tentang novel Vegetarian.

Karakter Young Hye dalam novel ini mengingatkanku pada karakter Kirsten Dunst dalam film Lars von Trier Melancholia (2011). Meskipun keduanya berbeda, kedua karakter ini pada akhirnya memperlihat kecendrungan untuk tidak terlalu terbebani dan cenderung tidak terlalu peduli dengan hidup lagi. Kedua karakter ini seakan-akan tidak menjadikan hidup (normal) menjadi keharusan yang harus mereka jalani lagi. Mereka juga terkesan tidak takut akan kematian.

Dalam novel Vegetarian, Young Hye dan In Hye digambarkan sebagai dua karakter yang sangat berlawanan. Kalau dianalogikan dengan cara mereka dalam menghadapi mimpi yang mereka masing-masing alami, Young Hye menghadapi mimpi yang menyiksanya dengan cara berubah menjadi vegetarian agar terbebas dari belenggu rasa bersalah yang dibawa mimpi-mimpi itu. In Hye sendiri menghadapi mimpi-mimpinya dengan cara yang sangat berbeda dari Young Hye. Ketika Young Hye memilih untuk melawan, In Hye memilih untuk terus bertahan dengan kondisinya yang sekarang. Walaupun dia sebenarnya juga tersiksa karenanya. In Hye memilih untuk tidak menyongsong keinginannya untuk bebas. Aku rasa setelah kau membaca novel ini, kau akan lebih mengerti dengan apa yang aku maksudkan.

Kalau kau menyukai novel yang bernuansa gelap dan mencekam tapi indah dan puitis disaat yang bersamaan, tidak ada salahnya membaca novel ini.

Rating
4/5 
Share:

2 komentar :

  1. I really enjoyed reading your review although bahasa indonesia aku kurang lancar tapi aku bisa dapat meaning from your review.

    I'll use English now, so do you write in English as well or just Indonesian? Also I'd love it if you'd come check out my book blog too. 😃

    Makasih banyak,
    Matt Hutson
    http://BookMattic.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you for the kind words Matt. Glad you enjoy my review.
      I feel more comfortable writing review in Indonesian rather than English actually (I'm still in the middle of improving my English).
      Already surfed through your blog... What a nice blog you got there.
      Thank you for visiting mine!

      Hapus

Halo! Tidak perlu segan atau ragu kalau ingin meninggalkan komentar ya. Aku tidak pernah bosan mencari rekomendasi buku baru dan teman diskusi. Aktifkan notify me/beritahu saya supaya kamu tahu ketika komentarmu dibalas. Aku selalu senang ketika kita bercakap-cakap tentang buku dan kegiatan baca-membaca 😄

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes